Senin, 12 September 2016

KETIKA “ADA” YANG HARUS HILANG




Sangat sulit jika membayangkan ada sesuatu dari kita hilang. Apalagi jika sesuatu tersebut adalah yang terkasihi, tersayangi, tercinta atau “ter-ter” lainnya.

Sulit ! Sulit !

Tapi terlepas itu semua akan datang pada kita, akan dihadapkan kepada kita dan akan dialami kita.

Seharusnya itu membuat kita sadar bahwa kita bisa saja memiliki, kita bisa saja sangat menyayangi, tapi itu semua bukan sesuatu yang abadi. Tidak ada yang kekal didunia ini selain “Yang Maha”.

Semua akan hilang…

Ikatan saja bisa terlepas. Kita bisa saja mengukuhkan suatu ikatan dalam suatu ikrar, dalam suatu kebulatan tekat atau apapun, namun tidak dipungkiri sebuah ikatan bisa saja kendur oleh masa…

Siapa bilang harum itu akan melekat selamanya, hanya dengan sebuah hembusan akan sirna bahkan akan menjadi busuk…

Kita akan hilang...

Istri kita akan hilang…

Anak kita akan hilang…

Orang tua kita akan hilang…

Kekasih kita akan hilang…

Rumah kita akan hilang…

Mobil kita akan hilang…

Semua hilang…

Semua akan datang kepada kita secara pasti, namun semua itu seharusnya tidak membuat kita takut, karena jika Tuhan telah meng-”hilang”-kan sesuatu kepada kita (ujian), maka Dia akan meng-“ada”-kan sesuatu untuk kita (hikmah).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar