Sangat sulit jika membayangkan ada sesuatu
dari kita hilang. Apalagi jika sesuatu tersebut adalah yang terkasihi,
tersayangi, tercinta atau “ter-ter” lainnya.
Sulit ! Sulit !
Tapi terlepas itu semua akan datang pada
kita, akan dihadapkan kepada kita dan akan dialami kita.
Seharusnya itu membuat kita sadar bahwa kita
bisa saja memiliki, kita bisa saja sangat menyayangi, tapi itu semua bukan
sesuatu yang abadi. Tidak ada yang kekal didunia ini selain “Yang Maha”.
Semua akan hilang…
Ikatan saja bisa terlepas. Kita bisa saja
mengukuhkan suatu ikatan dalam suatu ikrar, dalam suatu kebulatan tekat atau apapun,
namun tidak dipungkiri sebuah ikatan bisa saja kendur oleh masa…
Siapa bilang harum itu akan melekat
selamanya, hanya dengan sebuah hembusan akan sirna bahkan akan menjadi busuk…
Kita akan hilang...
Istri kita akan hilang…
Anak kita akan hilang…
Orang tua kita akan hilang…
Kekasih kita akan hilang…
Rumah kita akan hilang…
Mobil kita akan hilang…
Semua hilang…
Semua akan datang kepada kita secara pasti, namun
semua itu seharusnya tidak membuat kita takut, karena jika Tuhan telah meng-”hilang”-kan
sesuatu kepada kita (ujian), maka Dia akan meng-“ada”-kan sesuatu untuk kita
(hikmah).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar