Gini-gini,
alkisah anak saya sepulang dari sekolah ngadu kepada mamanya,
“Ma,
memangnya kita ga boleh berteman sama orang kristen ?”, kata Ali, ini anak saya
paling kecil
“Siapa
yang ngajarin gitu ?”, kata mamanya a.k.a istri saya
“Itu
si-Blekok, katanya nanti masuk neraka”, kata Ali.
Blekok ini anak haji Bebegig sang
ustad kampung di Cimanggis.
“Kamu
jangan dengerin si-Blekok, justru kita harus berteman dengan siapa saja dan
berbuat baik dengan siapapun walau bukan muslim”, kata istri saya a.k.a mamanya
Ali.
“Mama
kata siapa ?”, Tanya Ali
“Kata
ayah, kenapa ?”, Jawab mamanya
“Ayah
kata siapa?’, Tanya Ali lagi
“Ayah
kata gurunya, kan ayah belajar ngaji lagi”, Jawab mamanya
“Guru
ayah kata siapa ?”, Tanya Ali mulai ngeselin
“Udah
ganti baju sana, makan siang trus tidur, jangan main lagi”, Jawab mamanya kesel
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari
catatan ngaji saya, dalam Alquran, QS Al Mumtahanah ayat 8-9;
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil
terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir
kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil.
Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu
dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu
untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu
adalah orang-orang yang zalim”.
Tapi, aaaaada sebagian orang muslim mereasa dirinya sangat pintar dan berilmu (padahal ilmu agamanya belajar online) memakai ayat lain;
QS Ali Imran ayat 118: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya.”
Lalu QS Al Mujadilah ayat 22: “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya ,sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka . Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap(limpahan rahmat)Nya. Mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah Itulah golongan yang beruntung".
Menurut yang saya pelajarin di pengajian bahwa ayat tersebut ditujukan untuk orang non muslim (kafir) yang memerangi Muslimin. Berbeda dengan QS Al Mumtahanah ayat 8-9, untuk orang non muslim (kafir) yang tidak memerangi Muslimin, bahkan cenderung berlaku adil kepada muslim.
Dari kedua ayat tersebut (QS Ali Imran ayat 118 & QS Al Mujadilah ayat 22) menjadi pedoman untuk tidak bertoleransi kepada non muslim, bahkan hingga hadirlah gerakan-gerakan ekstrim yang memerangi non muslim yang seharusnya dilindungi. Lebih gila lagi mengkafir-kafirkan orang muslim lainnya. Gila !!!, Maen kafir-kafirin orang muslim
Rasulallah SAW:
إذا قال الرجل لأخيه يا كافرفقد باء أحدهما
“Jika seseorang mengatakan kepada saudaranya
(sesama muslim) “hai kafir” maka salah satu diantara keduanya akan kufur.”
Islam mengajarkan bahwa yang berbeda agama itu tetap memiliki hak. Hak untuk hidup, hak menyatakan pendapat, hak untuk dihargai atau dijaga kehormatannya termasuk hak untuk mendapatkan kata-kata yang layak bukan kata-kata yang kasar.
Banyak riwayat yang menceritakan hubungan harmonis antara Rasulallah SAW dengan non muslim kala itu. Saling menghormati, toleransi dan membuktikan bahwa Rasulallah itu diutus sebagai pembawa risalah Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang membawa keberkahan “Rahmat” untuk semesta, untuk semua mahluk.
PR saya, mengajarkan kepada anak-anak saya bahwa Islam (Muslim) itu memiliki ahlak yang baik, Muslim itu memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi…..bukan TUKANG PENGGAL KEPALA !!!
Islam itu Cinta, wallahu alam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar