Sangat banyak perintah untuk memuliakan
perempuan dalam Islam, karena posisi dan nilai yang sangat tinggi dalam Islam
yaitu sebagai pendidik dan pengajar keluarga. Perempuan diciptakan Allah
sebagai perwujudan keselarasan dan kesimbangan penciptaan laki-laki untuk
memberikan kasih sayang, ketulusan dan pengabdian dalam keluarga. Karena lewat peran perempuanlah keutamaan martabat
keluarga bisa mengantarkan keluarga tersebut menjadi yang dirahmati Allah. Tak
heran hancurnya sebuah keluarga tergantung dari peran perempuan itu sendiri,
hancurnya sebuah Negara bisa diakibatkan buruknya sang ibu Negara. Peran
perempuan setara dengan laki-laki walaupun secara kepemimpinan laki-lakilah
sebagai imam utama.
Ungkapan Imam Ali as ,
"Perempuan adalah bagaikan sekuntum
bunga yang menebar keharuman."
Ya, perempuan bagaikan bunga yang artinya sang
bunga haruslah dijaga, dirawat dan dipelihara agar tetap segar dan harum
mewangi. Dengan begitu perempuan sebagai pembawa keutamaan martabat keluarga
akan benar-benar menghiasi sebuah keluarga yang ter-Rahmati.
Rasulallah berkata,
Betapa Islam menempatkan perempuan dengan
kemuliaan yang tinggi, hingga ketika Rasulallah ditanya oleh seseorang,
“Ya Rasulallah, kepada siapakah aku harus
berbakti pertama kali ?”
“Ibumu…”, jawab Rasullah
“Kemudian siapa lagi ya Rasulallah”
“Ibumu…”, jawab Rasullah
“Selanjutnya siapa lagi ya Rasulallah”
“Ibumu…”, jawab Rasullah
“Setelah itu siapa lagi ya Rasulallah”
“…barulah ayahmu”, jawab Rasulallah
Dari Imam Ali a.s:
"Betapa pun seorang anak berbakti
kepada ibunya, ia tidak akan mampu menebus satu hari saja dari masa
kehamilannya."
Rasulallah sangat menghormati dan
memuliakan perempuan. Ini terlihat betapa beliau SAW sangat baik terhadap
istri-istri beliau, terutama Sayidah Khadijah a.s dan putri beliau Sayidah
Fatimah a.s.
Kecintaan dan penghormatan beliau kepada sang putri terlihat ketika Sayidah Fatimah datang, beliau berdiri, menyambut kedatangan sang putri, memeluk dan menciumnya, lalu beliau mempersilahkan Fatimah as untuk duduk di tempat duduk beliau, sementara beliau sendiri berpindah ke tempat duduk lain. Yang demikian ini juga dilakukan oleh Sayidah Fatimah as terhadap Ayahanda beliau tercinta.
Imam ali as berkata,
"Anak perempuan adalah kebaikan
sedangkan anak lelaki merupakan nikmat. Kebaikan mendatangkan pahala, sedangkan
nikmat mendatangkan hisab."
Artinya bahwa seseorang yang mendapat
nikmat akan dihisab dan dimintai pertanggung jawaban tentang nikmatnya itu.
Imam Ali as berkata,
"Seorang yang memiliki anak perempuan,
maka pertolongan, berkah dan ampunan Allah akan meliputinya."
Ada tiga ciri perempuan muslimah menurut
Imam Ali: kewibawaan, kehati-hatian dan kecermatan.
- Seorang perempuan
harus menjaga kewibawaan dan ketegasannya untuk menghindari diri dari kejahatan
laki-laki.
-
Perempuan juga harus selalu
bersikap hati-hati dan cerdas, sehingga akan menghindarkannya dari ketamakan
dan penyalahgunaan kaum Laki-laki.
- Perempuan harus cermat
serta teliti, dalam hal kecermatan perempuan mengenai sekitar kehati-hatian
dalam membelanjakan uang dan kekayaan suaminya, serta menjaga kehormatan sang
suami dalam.
Harapannya dengan tiga ciri tersebut, perempuan
dapat turut serta dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi penentu arah dalam
keluarga.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar