Saya sangat bingung dengan orang-orang yang suka mengkafir-kafirkan
sesama muslim. Begini, para kaum takfiri ini tidak pernah “berkaca”,
mereka senang sekali menghembuskan bid’ah, kufur, toghut dan lain
sebagainya, namun mereka sendiri tanpa disadari seperti apa yang mereka
tuduhkan.
Jadinya ? Entahlah, saya lebih suka bilang mereka ini orang-orang fasiq dan munafik. Kalo saya bilang kafir, saya yang berdosa:
“Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat
menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa
yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)
Rasulallah SAW:
“Jika seseorang mengatakan kepada saudaranya (sesama muslim) “hai kafir” maka salah satu diantara keduanya akan kufur.”
Abu Dzar ra menyebutkan bahwa Rasulallah berkata:
“Siapa yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan
kekafiran atau ia mengatakan: Wahai musuh Allah, sementara yang
dituduhnya itu tidak demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya.”
Kok munafik & fasiq ?
Munafik: berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya
kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak;
suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya;
bermuka dua (KBBI). Terminologi Islam untuk merujuk pada mereka yang
berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, namun sebenarnya hati mereka
memungkirinya.
Fasiq: keluar dari sesuatu, secara terminologi berarti
seseorang yang menyaksikan, tetapi tidak meyakini dan melaksanakannya.
Dalam agama Islam, pengertian dari fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
Yup, Kok munafik & fasiq ?
Coba deh, kaum takfiri ini sangat anti asing. Makanya mereka anti
Amerika, anti Israel atau apapun yang berbau barat (asing). Sampai
makanan berbau asingpun di boikot. Ahok itu keturunan Tionghoa, sialnya
Ahok di masukkan ke dalam antek asing. Namun mereka memakai media-media
temuan orang asing dalam kehidupan sehari-hari (FB, Tweeter, IG,
internet, HP, bla-bla-bla……) Pake keluarkan fatwa haram memilih pemimpin
kafir. Gak papa pemimpin Islam tapi korupsi ketimbang dipimpin pemimpin
jujur tapi kafir.
Para
kaum takfiri ini secara militant memperjuangkan agama, namun dengan cara
yang jauh dari akhlak Rasulallah. Mereka memperjuangkan agama dengan
horror, jauh dari nilai-nilai agama itu sendiri, bahkan anarkis yang
pada akhirnya mencoreng agama yang diperjuangkan.
Lebih
lucunya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hal yang
haram, namun mereka hidup, makan, minum, berak, beranak-pinak, ber-KTP,
dan semua-mua aktifitas kehidupan mereka dinegara ini.
Karena
NKRI haram, maka demokrasi di Indonesia pun juga haram karena
mengandung unsur syirik. Seperti Amerika yang suka memakai standar ganda
dalam kebijakannya, kaum takfiri ini paaaling rajin dan hobi kampanye
ama demo. Padahal di Negara yang mereka agung-agungkan Arab Saudi kalau
demo bisa dihukum, mungkin ini jurus aji mumpung.
Pancasila
adalah haram untuk dijadikan landasan dalam beragama, padahal jika
digali lagi ke-5 dasar Negara Indonesia itu merujuk dan mengambil ajaran
dalam Islam, entah setan apa yang membisikkan hati mereka.
Bagi
yang tidak sealiran, sepaham, seideologi dan se-kepentingan akan
dianggap sesat. Sesat-menyesatkan, kafir-mengkafirkan itu adalah hobi
mereka untuk mengadu domba, merekalah yang paling benar !!!
Khilafah
adalah model ideal dijadikan system Negara, bukankah ke-khilafahan di
jaman Rasulallah tidak ada ? Berarti mereka mengada-adakan hal yang
tidak ada, wow ini super sekali….
Masih
banyak lagi hal-hal yang sebenarnya harus dipertanyakan kepada mereka,
tapi ada 1 pertanyaan utama, “Apakah mereka itu manusia atau setan ?”.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar